Monday, November 4, 2019

MARI MENJADI


: Pengulum hujan sebelum duka melanda
Shofiyah

Kenang-kenanglah temu
yang dulu terbiasa menembus terik, dengan basah di sekujur jalan
kali itu rindu menggerayang di altar rumah-rumah cendekia
dengan kata menyimpan dan melupakan
tersebab haus dan lapar adalah bagian melenakan.

Lepas-lepaslah segala kepergian!
yang ingin hanya melawan; sesuatu tak sekawan
seperti kata ia, "Rindu itu kewarasan"
pun alirannya seperti sungai Syn di sembarang wajah
meski dinyana hanya sebuah keadaan,
menggeleparkan.

Hikayat pernyataan untuk menjawab, apa yang lebih adil daripada meninggalkan diri sendiri yang telanjur menjadi air bersejatuh di bawah mata?

Probolinggo, 20 Oktober 2019

No comments:

Post a Comment