Thursday, April 15, 2021

GEBYAR RAMADAN FORSIKA (LOMBA REVIEW BUKU)

 Judul buku      : Agenda Ramadhan di Musim Corona

Penulis             : Ahmad Anshori

Penerbit           : Humairo

Tahun terbit     : Ramadhan 1441 H/April 2021

Halaman          : 60 hlm

 

Buku Agenda Ramadhan di Musim Corona adalah buku yang menjawab problem umat islam mengenai kiat-kiat ibadah ketika ramadan datang. Pada halaman awal telah dipaparkan bahwa Bulan Ramadan adalah bulan ampunan dan penuh rahmat. Bulan yang terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan, sarana alternatif untuk meraup pahala yang banyak, di tengah singkat umur umat akhir zaman.

Halaman yang related dengan kehidupan masa kini ialah pada halaman 19. Di sana dijelaskan bahwa waktu pagi (setelah Subuh hingga terbit fajar) ialah waktu yang berkah dan kesempatan meraup pahala yang besar. Namun, bertolak belakang dengan kehidupan zaman sekarang. Pagi-pagi mengjidupkan mercon, mengganggu orang yang lalu-lalang, dan mengotori jalan dengan serpihan-serpihan kertas. Hal ini dijelaskan secara gamblang untuk memberikan contoh nyata bagi pembaca.

Buku Agenda Ramadhan di Musim Corona bergenre non fiksi. Buku ini mengajak pembaca mengenal lebih dekat lagi dengan bulan Ramadan yang notabene dikenal dengan kegiatan berpuasa saja. Namun, di balik itu ada kegiatan-kegiatan lain yang bernilai ibadah, seperti halnya: berzikir setelah Subuh sampai terbit matahari, memperbanyak baca Al-Qur'an, gemar sedekah, dan sebagainya.

Setelah membaca buku ini, membuka wawasan cakrawala pengetahuan pembaca untuk mempraktikkan sesuatu yang dituliskan dalam buku. Mencoba mendekatiNya dengan hati yang sesuangguhnya. Buku ini cocok untuk kalangan remaja (12 tahun) ke atas agar materi yang diserap terhadap tulisan lebih kompleks.

Gaya kepenulisan sang penulis dalam buku ini mudah dipahami. Beberapa ada kesalahan ketik pada kata (merujuk pada KBBI): diantara (di antara), tibah (tiba), rahmad (rahmat), dilipat gandakan (dilipargandakan), dan ramadhan (ramadan). Namun, tidak menjadi persoalan karena barangkali menggunakan pakem dari Bahasa Arab itu sendiri karena buku ini dasarnya mengenai keislaman, sedangkan pada kaidah Bahasa Indonesia, yang digunakan adalah ranah yang umum. Secara keseluruhan, enak dibaca.

Penulis dapat membawa pembaca pada ruang imaji secara sadar dan merasa, 'oh iya ya seharusnya saya begini dan begitu'. Kesimpulan saya sebagai pembaca buku Agenda Ramadhan di Musim Corona, keren sekali. Ada hal banyak yang tidak kita ketahui dalam kehidupan tanpa memgetahuinya melalui membaca, salah satunya buku ini. Harapan saya (pembaca), semoga penulis dapat melahirkan buku-buku berikutnya (lagi). Dan, semoga kita termasuk orang-orang yang terus belajar dan mendapatkan rahmat dari Ramadan ini. Aamiin Allahumma Aamiin.

No comments:

Post a Comment