Thursday, August 8, 2019

Kalkulasi Bijak





Desir laju meliuk ucap
Nyanyian gemuruh bak debu beterbangan
Kata, kalimat, lirih, mereka haturkan
Seuntai dan sejenis klausa
Kian terpatri pada jerat benang

Helat,
Kusingkir masam, muram sebab rekayasa
Luluh pada fatamorgama ingin semata
Semampai pinta mau aku tolak
Perimbun serdadu memekik telinga
Biar,
Biarlah embun tetap pada jernihnya
Setitik jujur bisa merdeka

Laksana desir angin melambai
Membawa sadis genangan jiwa
Bukan ku tak kasihan
Kapan lagi,
Air mengalir pada jernihnya
Padam mulai menekat pelampiasan
Karena satu alasan
Seribu cara pun jadi

Tega,
Tidak tega
Korban,
Mengorbankan
Satu, pilih dan pilihan
Lilin akan menerawang gelap malam
Setiap bait kebaikan
Pun (jua) ku temukan

Shofiyah
 Jember, 30/5/2017

2 comments:

  1. Puisimu nikmat dan kaya metafora. Sampai aku terpesona dan malah lupa apa makna dibaliknya.

    Aku share, tapi nggak izin. Ini baru aku ijin.

    Kata yang benar itu ijin atau izin?

    ReplyDelete
  2. wkwk, tersanjung jadinya. Syukurlah jika suka. Terima kasih.

    izin yang baku, Kak

    ReplyDelete