Friday, March 6, 2020

Gerilya



Shofiyah

Tanah ini meracau untuk dicampur
Darah; barangkali
Derai ini mampu menggelegar
Pada dasar yang menjamah sunyi

Ada diam sekenanya
Turut dipangku kelam
Menangkap retina yang malang
Lantas padam dengan gertakan-gertakan

Dahulu sepi
Menyulam rindumu yang teratur
Kini, telah terlaksana
Ijabah-ijabah yang mengantar doa
Pun selamat dengan kiasan yang turut meminta

Apa yang kabur dari jeruji rasamu?
Apa yang tinggal di samping jantungmu
Selain membatin, Tuhan pun tahu
Sebaik-baiknya pergi adalah mengancam
: 'tuk kembali

Probolinggo, 27 Februari 2020


No comments:

Post a Comment