Friday, March 6, 2020

Keajaiban Mati



Shofiyah

Biarkan ia mengisi waktunya 'tuk sendiri
Kemudian diambilnya sekelebat nyawa dengan temaram
Yang mulai beracun
Maka, seperti candu
Pinang dengan tabik dikelupaskan
Seperti angka yang setelahnya melambung terkaan-terkaan
Di batang tubuh yang angkuh
Ia padamkan gejolak agar tak salah menafsir rindu
Dan juga meramu gelisah

Ada yang diam membujur hanya demi lekuk
Dan tengkuk leher diri
Menyapihnya dari beragam soal
Dan hanya melekatkan keramaian yang abadi--ruam secara jelas mengikuti gejolak--yang terkasih

Sekali-kalinya pulang, adalah kepada bahumu, Kasih!
Hampir mengepak sempurna segala ingin dan angan di atas awan logika
Hanya saja ..., hanya soal penakut
Ketika Izrail melayangkan lamaran akan hidupnya
Yang turut dan patut tanpa menuntut segera
Didaulat akhir yang merengut

Salam dari keabadian; selesai.

Probolinggo, 27 Februari 2020


No comments:

Post a Comment