Shofiyah
Biarkan
ia mengisi waktunya 'tuk sendiri
Kemudian
diambilnya sekelebat nyawa dengan temaram
Yang
mulai beracun
Maka,
seperti candu
Pinang
dengan tabik dikelupaskan
Seperti
angka yang setelahnya melambung terkaan-terkaan
Di
batang tubuh yang angkuh
Ia
padamkan gejolak agar tak salah menafsir rindu
Dan
juga meramu gelisah
Ada
yang diam membujur hanya demi lekuk
Dan
tengkuk leher diri
Menyapihnya
dari beragam soal
Dan
hanya melekatkan keramaian yang abadi--ruam secara jelas mengikuti
gejolak--yang terkasih
Sekali-kalinya
pulang, adalah kepada bahumu, Kasih!
Hampir
mengepak sempurna segala ingin dan angan di atas awan logika
Hanya
saja ..., hanya soal penakut
Ketika
Izrail melayangkan lamaran akan hidupnya
Yang
turut dan patut tanpa menuntut segera
Didaulat
akhir yang merengut
Salam
dari keabadian; selesai.
Probolinggo, 27 Februari 2020
No comments:
Post a Comment