Shofiyah
Waktuku,
waktumu, adalah kiasan
Yang
habis dijamah kesan-kesan
Dahulu
penghidupan hanya dihadapkan
Pada
masa silam; terlupakan
Mengeja
detak yang beriring
Di
bawah beringin tak cukup dingin
Angin
meraba hal yang mustahil
Maka,
seperti hati bicara; napas tersengal; dan jalan berupa setapak--tanpa rasa
mengaspal
Waktu
adalah kredit
Hendak
ditunaikan dengan temu
Mengertilah
meski sulit
Semacam
pelik yang lumat
Sebagai
beban melupakan
mu
Katanya,
hidup beralasan engkau
Mendengarnya
meski telinga akan sombong
Melupanya
meski segala tanduk ingin tunduk
:
dari hardikan dan pengusiran
hatimu,
Re!
Probolinggo, 28 Februari 2020

No comments:
Post a Comment