Friday, March 6, 2020

Melansir Arti


Shofiyah

Waktuku, waktumu, adalah kiasan
Yang habis dijamah kesan-kesan
Dahulu penghidupan hanya dihadapkan
Pada masa silam; terlupakan

Mengeja detak yang beriring
Di bawah beringin tak cukup dingin
Angin meraba hal yang mustahil
Maka, seperti hati bicara; napas tersengal; dan jalan berupa setapak--tanpa rasa mengaspal


Waktu adalah kredit
Hendak ditunaikan dengan temu
Mengertilah meski sulit
Semacam pelik yang lumat
Sebagai beban melupakan
mu

Katanya, hidup beralasan engkau
Mendengarnya meski telinga akan sombong
Melupanya meski segala tanduk ingin tunduk
: dari hardikan dan pengusiran

hatimu, Re!

Probolinggo, 28 Februari 2020

No comments:

Post a Comment