Friday, March 6, 2020

Isyarat



Shofiyah

Mari menuju muara yang sakti, Tuan!

Seperti retorika, sengaja dihapus air
Mata meninggalkan empunya
Sedari derai tak kunjung menutup kering
Seperti benalu, hilang dengan tandusnya

Muara tinggallah sepi dan menggapai
Anai-anai naik dengan kepak yang telantar
Telan dan hanyutlah di dasar yang tumbang
Sebagai welas, lalu asih menjilati saban terluka

Kukira, Tuhan sedang tak bercanda
Berupaya menjalani yang jadi beban
Serta almanak melingkarkan diri sebagai engkau yang Aku--apa adanya

Katamu, "Kau boleh pergi, agar aku tak jadi meninggalkanmu!"

Kupersilakan sila-sila yang kupungut dari ribuan bersilanya pertapa
Sialan! Aku menguap di tempat menunggu, dan
Menanti hanyalah buai tak segera reda
Dari pundak serta merta

Sebagai akibat, bolehkah kau perkenankan aku tidur di sebelah siagamu, Re?

Probolinggo, 29 Februari 2020


No comments:

Post a Comment