Tentang: calon pemimpin negeri
Mengetuk atau mengambil hati seorang anak memang mudah, yang lebih sulit adalah menjaga hatinya. Sulit bukan berarti tidak bisa dilakukan, bisa! Hanya saja perlu trik tersendiri. Apalagi jika anak kita memasuki usia remaja menengah, yang notabene pada masa tersebut mereka berada di tahap pencarian jati diri. Upaya-upaya yang dilakukan, entah ucapan atau tindakan, seringkali meletup-letup, mengikuti egonya. Wajar. Ada saatnya kita berganti peran, dari orang tua menjadi sahabat atau bahkan kadang kalanya harus berpura menjadi asing di hadapan mereka. Mereka hanya perlu didengar tanpa perlu kita mengikuti ritme permintaannya sebelum dipilah dan dipilih. Akhir-akhir ini, saya lebih suka memerhatikan anak-anakku agar sedikit paham dengan mereka, meskipun tidak semua hal dapat saya pahami. Saya yakin, kelak mereka akan menjadi pribadi tangguh, mampu memimpin di mana pun mereka berada. Hanya doa yang bisa dirapal saat ini untuk melunakkan hatinya dan menguatkan hatinya sebagaimana kata pepatah, "Semakin banyak kau ditempa, maka kau akan semakin kuat."
dari Ibu yang tak pernah melahirkan kalian.
No comments:
Post a Comment