Friday, May 15, 2020

Sebelum Mengenalmu, Aku Tak Pernah Tahu Sepi

Shofiyah

Sebelum mengenalmu, aku tak pernah tahu sepi
Yang kutahu hanyalah perasaan tiada arti
sering menitipkan diri
pada tali temali, yang mengeratkanku
'tuk selalu diam; tak pernah ada niat berjanji

Aku mengenal sendiri
tanpa ada yang mengajak basa-basi
sana-sini sibuk bernarasi
panjang, kugapai hal yang sangsi
: sebelum mengenalmu

Aku Tak Pernah Tahu Sepi
mengasingkan diri adalah caraku menatap dunia
dengan malu-malu, sehingga
Aku tak pernah menahu soal rindu

Sebelum mengenalmu, aku tak pernah tahu sepi
Ah, sialnya aku tak lagi sendiri
ditemani seribu kata yang menderap di telinga sunyi
Kucoba mengerti
barangkali sepi tercipta karena aku tak mau membaca lain hati

Aku meraba-raba, kini tiada lagi
sebait puisi yang katanya haus akan kepemilikan
kurela ia dinisankan atas nama kenang yang tertinggal
pada garis yang kau singsingkan di lengan waktu

Sebelum mengenalmu, aku tak pernah tahu sepi
Bagiku, arwah adalah karib dekat,
sedang bayangmu ialah dusta
yang masih bertengger di area mimpi
bermukim untuk mengutuk malam,
dengan mata julingku yang lajang sengaja kugilas agar terbiasa tanpamu,
lagi ....

Setelah mengenalmu, aku tahu sepi
aku cemburu dengan jiwa-jiwa yang melayat
melantunkan diksi-diksi
atas namamu

Sekarang, aku tak mau tahu soal sepi
Semenjak kau kurung aku dalam tangis kehilangan,
nyawa di dadamu berhenti berdenyut
dan sama lagi--dulu dan kini--aku tak pernah tahu sepi
Tersebab, hari-hariku adalah pembalasan;
untuk mengingatmu

Jadi, sepi dan kamu
       apa bedanya?

Probolinggo, 14 Mei 2020

No comments:

Post a Comment