Saturday, June 13, 2020

Ayah!

Aku tak tahu dia siapa, seingatku dari dulu kupanggil 'Bapak'. Aku tak tahu hubunganku dengannya, yang pasti dia selalu ada ketika aku (akan) pergi jauh-dekat dan dia pulalah yang selalu menboncengku di belakang motornya. Aku tak tahu ketika aku harus mengirimkan pesan--semasa belajar di kota orang--kepada siapa(?) hanya dirinyalah yang mampu mengenyahlah pikiran buruk perihal takdir yang kuangan-angankan sendiri. Aku tak tahu sampai kapan bersembunyi di balik bahu yang tak lagi kekar itu, padahal tinggi badanku sudah di ambang sejajar dengannya. Aku tak tahu cara mengungkap rasa ini, maka dari itu sering kubilang pada Tuhanku, "Biarkan aku bersamanya sampai aku puas merajuk di hadapannya!" Aku tak tahu kesukaannya, yang pasti semua masakan Ibu selalu memperoleh bintang sepuluh di lidahnya. Itu saja. Katanya, "Kelak, Bapak akan menitipkanmu pada dia yang dipilihkan oleh-Nya untuk memilihmu dan Bapak pula yang memilih dia untukmu.

🌹- Shofiyah (2020) - 🌹

No comments:

Post a Comment