Re, aku ingin segera menjauh, tapi lututku tak henti merajuk ingin istirahat. Iya, kita sama-sama menjadi penadah untuk hal yang ganjil, semacam bertualang tapi lupa membawa peta perjalanan. Baiknya kita mundur dan mengeja kenyataan bahwa sebaik-baiknya pergi, adalah bukan kepada rumahku yang penuh dengan harapan tergelar (Shofiyah, 2020).
No comments:
Post a Comment