Saturday, June 13, 2020
Kita Senantiasa Sendiri
Shofiyah
Kita (kau dan aku) tercipta dari: satu dari 40 juta sel sperma yang mampu mencapai satu di antara 3-30 sel telur dalam ovarium wanita. Kemudian, perjalanan berikutnya ialah penentuan genetik alat kelamin anak yang notabene hanya satu pilihan. Calon bayi hidup sendiri dalam perut Ibu. Ketika dilahirkan, masih seorang diri dan di dunia, ia mengenal beragam manusia (meski menikah, tetap saja ada saatnya perlu menyendiri). Sampai akhirnya, kita kembali pada-Nya juga dalam keadaan sendiri. Kelak, masing-masing dari kita akan mempertanggungjawabkannya seorang diri. Selamanya kita sendiri. Lantas, untuk apa mengejar ramai?
Probolinggo, 1 Syawal 1441 H.
Labels:
Catatan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment