Saturday, June 13, 2020

Wajah yang Iba


Shofiyah

Diambilnya secarik senyum, kemudian digambarkannya pada sebuah kertas
ia mencoba merekatkan pada wajahku
"Ah, hanya bercanda," kataku mengutuk perasaan

Kali kedua, seretas tas jinjung dibawanya berkeloni
mengumpul dan membiarkan wajah-wajah kusam
tergeletak tak tentu apakah masih berperasa ataupun hilang?
Sejatinya pernah tapi tak ingin menjadi selalu

Sekerat logika berdiskusi di antara pandangku
pandangnya,
juga pandang banyak pasang mata

Tirai-tirai mulai membuka gerai
yang ada hanyalah perkusi dengan nada tak sempurna
sibuk meluruskan pandang sesaat saja

Selebihnya ialah iba

Probolinggo, 2 Juni 2020

No comments:

Post a Comment