Sang
fajar menyingsing
Menyapa,
walau sekedar isyarat
Buih
pelampiasan doktrin belaka
Pamali,
orang tua kata
Badai,
mengepul membelah damai
Segala
penjuru berkobar malapetaka
Meski
musim hujan tiba
Rasa
panas kian menerpa
Ribut,
di sela-sela hidup miris
Melambai
khatulistiwa, jagad raya
Ber-mil
jarak dipapah
Meski,
badan tak lagi di pandang
Semua
sirna, lalui derasnya badai
Angin
yang memporak poranda
Tak
senyampang terjulur niat
Mentereng
di langit-langit
Gesekan,
Kiat-kiat
menjulur lidah
Apa
kata takdir bergema
Dengan
itu,
Kami
terlena
Tanpa
di kata
Tanpa
ternoda
Dikenang
tak kuasa
Meski
kerajaan bak samudera
Pemilik
tak bertuan
Mengukir
sejarah di atas air
Semua
keluh kesah tak berpikir
Kiasan
kian menanti
Hadirnya
kebebasan dan melayang pergi
Jauh,
di sana kami berada
Jember, 4/6/2017
No comments:
Post a Comment