Wednesday, October 9, 2019

Huru-Hara Hurikan



Sang fajar menyingsing
Menyapa, walau sekedar isyarat
Buih pelampiasan doktrin belaka
Pamali, orang tua kata
Badai, mengepul membelah damai
Segala penjuru berkobar malapetaka
Meski musim hujan tiba
Rasa panas kian menerpa

Ribut, di sela-sela hidup miris
Melambai khatulistiwa, jagad raya
Ber-mil jarak dipapah
Meski, badan tak lagi di pandang
Semua sirna, lalui derasnya badai
Angin yang memporak poranda
Tak senyampang terjulur niat
Mentereng di langit-langit
Gesekan,
Kiat-kiat menjulur lidah
Apa kata takdir bergema
Dengan itu,
Kami terlena

Tanpa di kata
Tanpa ternoda
Dikenang tak kuasa
Meski kerajaan bak samudera
Pemilik tak bertuan
Mengukir sejarah di atas air
Semua keluh kesah tak berpikir
Kiasan kian menanti
Hadirnya kebebasan dan melayang pergi
Jauh, di sana kami berada

Shofiyah
Jember, 4/6/2017

No comments:

Post a Comment