Wednesday, October 9, 2019

Pagi yang Tanya





Detak telah bersuara lebih dulu
Tanpa meracau ide yang angkuh
Sepetak hati hari ini masihlah rancu
Di gurun, seperti ada gemuruh

Desahnya mulai dipungut jejak
Seribu gelar senyapkan sajak-sajak
Tunggal di antara yang tanggal
Kami mengerti, di dunia yang hingar

Keputusan memilih cinta bagi budaya
Untuk negeri, butuh sejenak duduk berpikir
Matang-matang biar diketahui kekuatan

Atas nama harta yang berlimpah
Dengan tuntutan agar tak lagi ada peta penurunan moral
Permisi, yang kuketahui dari seluk beluk cinta
Sedalam merengkuh merah dan putih sebagai nyawa

Sehalus sutra yang terbengkalai
Kalau-kalau tak jadi terbaik
Pastilah mujur dulu
Kamu dan aku--kita
Sebagai santri yang mau bertalu dengan negeri
Tanpa meretaskan pelepasan kepemilikan
: hasil karya

Shofiyah
 Probolinggo, 8 September 2019

No comments:

Post a Comment