Detak telah bersuara lebih dulu
Tanpa meracau ide yang angkuh
Sepetak hati hari ini masihlah rancu
Di gurun, seperti ada gemuruh
Desahnya mulai dipungut jejak
Seribu gelar senyapkan sajak-sajak
Tunggal di antara yang tanggal
Kami mengerti, di dunia yang hingar
Keputusan memilih cinta bagi budaya
Untuk negeri, butuh sejenak duduk berpikir
Matang-matang biar diketahui kekuatan
Atas nama harta yang berlimpah
Dengan tuntutan agar tak lagi ada peta
penurunan moral
Permisi, yang kuketahui dari seluk beluk
cinta
Sedalam merengkuh merah dan putih sebagai
nyawa
Sehalus sutra yang terbengkalai
Kalau-kalau tak jadi terbaik
Pastilah mujur dulu
Kamu dan aku--kita
Sebagai santri yang mau bertalu dengan negeri
Tanpa meretaskan pelepasan kepemilikan
: hasil karya
Shofiyah
Probolinggo, 8 September 2019
No comments:
Post a Comment