Berpulang Bagaimana
Jika aku menjadi matamu, mungkin akan
kusemat segala tempat
kata orang gila yang terlarang
agar kelak kau menggamit peribahasa dunia
tanpa meniadakan ambigu.
Jika aku menjadi matamu, 'kan kualihkan
mata-mata yang berusaha memata-matai mata kita--aku dan sebelahnya lagi
kamu--agar tidak tertukar dengan mata mereka.
Jika aku menjadi matamu yang utuh,
sengaja 'kan kuperlihatkan potret masa depan tanpa pernik kelam yang bernafsu
merenggut suasana mata hati.
Jika aku menjadi matamu, maka beginilah
hidup dengan mata yang kita tutupi, lupa mengeja dan belajar menahan cara
berpulang yang paling tepat, selain menuang cawan ketenaran.
Jika aku menjadi matamu, yang
keberadaannya menawar untuk sendiri.
Shofiyah
Probolinggo, 15
April 2019
No comments:
Post a Comment