Simpul
Shofiyah
Mula-mula ruang adalah tunggu,
Sudut denting adalah dirimu,
Kias terlukis di senja kata,
Kau yang di sana, siapa?
Diagnosa pertama,
Berandai tajuk adalah selalu
rampung.
Pada hari yang pertama,
Celah memberi ruang tawa,
Sesuatu yang telah terbaca,
Di antara awang-awang, fana
katanya.
Hari pertama di tahun berlanjut,
Tiada abai sempat terajut,
Entah manis ke berapa kita
seruput,
Bersama, lambaimu melambat.
Setelah ini, kita seperti ini
(lagi)
No comments:
Post a Comment