Hendak kau bertanya apa, selain
catatan kaki dari lembar yang telah kaubaca nampak lengkap? Bilakah yang cacat ialah
selarik atau hanya sekata yang mestinya tidak bermakna banyak, atau barangkali
kau uji keresahan ini dengan caramu? Tenang saja, tiada pecundang yang akan
kukirim sebagai mata-mata untuk mencari keberadaanmu. Lantas, ia akan kupetakan
wajahmu samar-samar sehingga yang tergambar hanyalah abstrak.
Kau sempat menjadi tawanan,
penghuni, pengatur untuk hati yang terluka. Pernah pula menjadi bagian dari
tradisi yang dilestarikan, yaitu memikirkanmu. Namun, ketika kau tahu, itulah
sia-sia adanya. Meski katamu tiada yang sia-sia di dunia ini. Benarkah?
Selama aku di tanah yang warnanya
masih gelap, belum ada warna merah untuk dijadikan tempayan agar ia nantinya
kuisi dengan air jernih, lalu kulihat bayangmu di situ. Tidak akan pernah!
Kusampaikan pesan dari penjuru senja, katanya Mungkinkah kau akan
menyukainya kembali? Seperti dua tahun terakhir kau habiskan seperdelapan
waktumu hanya untuk menantinya.
Kita tidak bicara soal
kemungkinan lagi. Bisakah tentang 'kepastian'?
Tak apa, kau tak usah ragu untuk
tidak menjawab. Kebungkamanmu adalah sebuah jawab atas pertanyaan yang
kububuhkan harapan getir kala itu.
Aku menemukan kehidupan setelah
hujan; Aku menemukan rangkaian kata indah untuk mengungkap terima kasih; Aku
menemukan jejak kepulangan yang lebih berarti; Aku menemukan siluet penari
kehidupan yang cerdik berkat kehebatan yang sempat kau tularkan; Aku menemukan
alam yang mampu kulukis dengan anak kalimat; dan aku menemukanmu yang hidup
lagi dari kehidupanku.
"Berapa harga sekantong masa
lalu?" katamu bertanya pada awan di atas.
Aku tersipu dengan gurauan yang
ala kadarnya. Ingin kujawab padamu, "Masa lalu tidak dapat diharga! Ia
akan selalu mengikutimu, karena tidak berharga di masa mana pun."
Aku pun cemburu karena belum
sempat kukata, kau telah menerima jawaban lain yang lebih menyakitkan.
Kau percaya bahwa masa lalumu
lebih indah menjadi amnesia.
Shofiyah
Shofiyah
Probolinggo, 25 Januari 2019
No comments:
Post a Comment