Kata Kita
"Aku hendak pergi,"
kamu.
Aku tidak pernah melarangmu kembali, senyum biadabku padamu:
pura-pura.
"Aku akan kembali, tapi
bukan untukmu."
Kutautkan kedua alis, lalu?
"Hidupmu!"
Jangan pernah berjanji! Kau tahu aku benci membual.
"Aku sedang merapal
ketenangan."
Aku belum mengiyakan, tapi kusemogakan terlaksana.
Shofiyah
Probolinggo,
2019
No comments:
Post a Comment