Derit
Shofiyah
Yang berucap seketika melumat
denyar kali kelima orang sebut laknat.
Perihal malam; ia terganti untuk
memberitahu misteri
sajak yang berucap manis, enggan
diterangkan
katanya, hidup bak kupu-kupu tak seambigu
dulu
melulu beretorika tanya etika.
Masihkah ada?
Aku ingin berburu, katamu jangan!
Sekata enyah tergerus anak sangsi, bahkan
pilihan bukan sebenar sebelum opsi terlantar
Konklusi, jadi begini
ada tidak, tidak menyebutnya ada
satu, dua, tiga, mungkin angka sebelum
dan sesudahnya
Ya, kita menyebut diri ini sebagai
panggilan tak bertuan.
Probolinggo, 15
April 2019
No comments:
Post a Comment