Shofiyah

Monday, July 15, 2019

Belajar Mencintai Alam

Mencintaimu sama halnya mengikuti hidupmu, nyawamu, dan kamu.
Dengan kabut, hawa dingin mencengkeram di antara jari kita.
Kau sebut gigil yang tak berkesudah.
"Apa kau senang dengan perjalanan kali ini?" kamu.
"Kenapa tidak? Ada kamu!"

Sumber, 15 Juli 2019
Posted by Shofiyah at 8:04 PM
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Labels: Puisi

No comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

About Me

My photo
Shofiyah
View my complete profile

Blog Archive

  • ►  2024 (3)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2021 (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2020 (26)
    • ►  June (10)
    • ►  May (9)
    • ►  March (7)
  • ▼  2019 (55)
    • ►  November (8)
    • ►  October (8)
    • ►  August (8)
    • ▼  July (16)
      • Prolog (Kubawa Segenggam Cinta pada Telapak Tanganmu)
      • Swastamita yang Arunika (2)
      • Swastamita yang Arunika
      • Belajar Mencintai Alam
      • Segenggam Kepulangan, Luapmu!
      • Menunggu: Kau Kembali
      • Seketika Kauhadiahi Lama(r)an
      • Harapan
      • Catatan Sebelum Ketiadaan
      • Capricorn; Menciptakan Bintang
      • Menunggu: Kau Kembali
      • Kau; Darah
      • Catatan yang Kuinginkan Menjadi Surat Bukan Terakhir
      • Berbeda Keyakinan
      • Maklumat
      • Dunia
    • ►  June (15)
Travel theme. Powered by Blogger.