Wednesday, July 10, 2019

Seketika Kauhadiahi Lama(r)an



Katanya, apa-apa yang pergi tak pernah kembali, kecuali doa

Sebagai pergi,
yang tertinggal tak pernah meminta ditinggal
pada suatu simpang,
kuretaskan doa
melangit
barangkali terlampau ingin menjadi hujan
yang tak pernah kita ingini.

Sebagai darah, acapkali kudengar deras aliranmu.

Kejutan; ia tak kusukai tapi tidak mungkin kubenci
semuanya
Tidak kali ini, di ruang yang papa tak mengapa,
potongan pertemuan adalah kita yang terbagi
antara mimpi dan khayal
kau: benar!

Sudah! Aku tak perlu apa-apa lagi, selainmu tiada diharap lebih.

Letak bahagiaku, di sini.

Shofiyah
Probolinggo, 9 Juli 2019

No comments:

Post a Comment