Ada retas tak henti bersikukuh
Teras mengadu pada tiang tangga
Tudung tak sempat bersumpah
Juli kali ini sisa berapa?
*
Berdarah-darah jejak yang terpatri
Kau pahat 'tuk anak negeri
Tak perlu sesiapa penerima puisi
Ragam diksi hanya untukmu; barangkali
*
Haus, lapar, resah, gejolak di antara nadi
Kau elus alis yang tak pernah menyatu
"Demi kami," katamu membela diri
Aku tak mau pulang jikalau hampa yang kumuat di setapakku
*
Ruas yang bercabang
Kau tahu bagaimana mengungkap sayang
Kepada dia dan doa terpenting
Segala kasih pun tiada banding
*
Darah Mimpi; namamu asing sebagai pelayan rindu
Kau ukur telak temu yang gugur kala merekah sangat
Aku lupa membuat naskah kehadiranmu
Sebab; kau bukanlah sesuatu yang berharga,
tapi tanpamu aku bukan apa.
*
Pada hari ke enam belas ini
Titah kasihmu adalah penjabaran paling mudah dari teori yang rumit
Selamat mendulang 'kan menjadi Ibu
Untuk kami seraya kibarkan degup tak berkesudah
*
Aku ingin menjadi jendela untuk rumah barumu.
Selamat ulang tahun, Kak Widya. Semoga gadis kecil itu akan segera tiba atau jagoan yang piawai membuat pipimu merekah tak henti-hentinya. Percayalah!
Shofiyah
Gending, 16 Juli 2019
No comments:
Post a Comment